NAULI

December 10th, 2008 by fantisaktini

Nauli itu berasal dari bahasa Mandailing. Na=yang, uli=cantik, bagus. Jadi kalo ada Aek Nauli, itu berarti sungai yang cantik. Dari pertama tiba di daerah Tapanuli Selatan, dimana mayoritasnya merupakan etnis Mandailing, aku sudah suka dengan kata “nauli”. Itu berarti sudah hampir 2 tahun yang lalu, ketika kami baru memulai PTT di daerah terpencil, sekaligus baru saja kehilangan Dzaki.

Kuat keinginanku untuk member nama anak kedua (yang waktu itu bahkan belum disarankan untuk di=”program”, karena setelah SC sebaiknya menunggu 18 bulan untuk hamil lagi) dengan Nauli. Tokh, nama tersebut unisex, bisa untuk laki-laki maupun perempuan. Kenang-kenangan bahwa kami pernah mengabdi sebentar di daerah tersebut. Lagipula kakek-neneknya sudah lama tinggal di situ, biar nantinya dia juga ingat dimana ayahnya tumbuh dan besar.

Tapi beberapa bertanya-tanya, “kok pe-de banget ngasih nama perempuan?”. Mungkin karena terdengar seperti nama perempuan, walaupun sesungguhnya tidak selalu, bagi yang mengerti. Di sisi lain, aku juga punya “feeling” – yang juga tak kalah mudah mengundang protes – yaitu perasaan bahwa adiknya Dzaki kelak, adalah seorang perempuan.

Walaupun laki-laki atau perempuan sama saja, yang penting sehat. Tapi entah kenapa aku punya “feeling” seperti itu. Dan, sah-sah aja, tho?

Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Nauli project : accomplished

December 10th, 2008 by fantisaktini

Sabtu sore itu terasa berkesan. Ketika perempuan 30 tahun itu menjadi pasien pertama hari itu. Dia sudah terlambat haid, hari pertama haid terakhirnya (HPHT) 2 November 2008. Sudah 5 bulan dia menikah. Sebelumnya dia sudah periksa dengan tes kehamilan pribadi di rumah, tapi hasilnya masih meragukan. Jadi maksud kedatangannya adalah untuk diperiksa ulang di RS.

Waktu hasilnya jadi, tampak garis kedua yang menjadi tanda “positif” masih samar. Tapi itu sudah cukup untuk menunjukkan kadar HCG dalam dirinya meningkat, yang  biasa terjadi pada seseorang yang sedang hamil. Jadi, kuberikan selamat pada perempuan yang tegang dan kuyakini sedang berdebar-debar, harap-harap cemas. “Selamat ya, Bu. Hasil tes kehamilannya positif. Setelah ini bisa dilanjutkan control ke dokter kandungan.” Kebetulan dia pasien asuransi.

Mata perempuan itu berkaca-kaca. Bahagia.

Tapi dia tidak tahu, karena orang di hadapannya juga mengalami apa yang dirasakannya. Bahagia campur haru.

Yup, pada hari yang sama, dan info HPHT yang sama.. aku juga mendapatkan hasil yang sama.

audisi bernama PTT

April 27th, 2007 by fantisaktini

cihuy, akhirnya setelah menjadi pejuang tangguh yg ikut audisi PTT pusat sampe 4kali..aku & jarot keterima di Tapanuli Selatan, kriteria terpencil, 1 tahun..

gak tau ya..kayak udah diatur sama Allah demikian..akhirnya kami bisa pulang kampung dibayarin..he..he..

so, sampe ktemu temen2…

For the First Time

March 29th, 2007 by fantisaktini

# THE MAGIC SOUND

[24 September 2006]

Kontrol ke dr. JZ kali ini ditemani mba Ning. Semuanya biasa aja. Tekanan darah normal, berat nambah 1 kg, gak ada keluhan. Waktu mau di KTG lagi, harap-harap cemas, karena bulan lalu belum ada suara apa2. Eh, bener, kali ini ada!

It’s like magic.. I got something throbbing inside me. Wah, berasa benar kami akan jadi papa-mama..

Dapet obat Folamil dan Elkana.

# FIRST TIME SEEING THE BABY

[23 November 2006]

Aku & Hubby ngantarin Fauzan, anaknya tetangga sebelah, masuk UGD ke RS P di daerah Pondok Labu, karena kejang demam.. padahal hari ini jadwalnya ked r. JZ. Kami mau minta di-USG. Berhubung terdampar di RS P, dan kita agak susah nyari waktu lain (maklum masih buruh, jadi banyakan jaga-nya ktimbang di rumah), kita nekat aja daftar ke Poli Obs. Anyone will do! Udah gak sabar pengen ketemu Dedek J

Kami ketemu dr. IY yg ramah dan komunikatif.. awalnya sih USG 2D, iseng2 ternyata ada 4D, tapi statusnya masih coba2..belum resmi dipake di RS tsb.

Bismillah, ktemu Dedek utk yang pertama kali..

# FIRST KICK (OR FIST?)

[1 Desember 2006]

Hari ini aku jaga di SITI klinik, pas mau tidur, aku ngerasa ada sesuatu yg lain di perut kanan bawahku. Sensasi yg belum pernah seumur hidup aku rasakan sebelumnya.. Geli, kaget, takut (karena belum tahu). Kayanya “kedut” deh.. wah, Dedek dah cukup kuat utk “nendang” perutku. Waktu aku cerita ke Hubby, dia ngiri banget. Dia juga pengen ngrasain “ditendang” juga. Sabar ya Pa, tunggu giliran. Hubby komentar, “Wah, semoga nanti Dedek suka main bola”. Berat udah nambah 8 kg.

EDISI FEBRUARI

March 29th, 2007 by fantisaktini


# KONTROL

[27 Februari 2007]

Aku sudah siap2 dari pagi, berangkat dari rumah dg antusias. Naik mikrolet 17 jurusan Lenteng-Pasar Minggu, turun di Departemen Pertanian, sambung Kopaja 20 jurusan Lebak Bulus-Senen. Dgn tujuan : STASIUN GAMBIR. Sementara, Hubby berangkat pada saat yg sama dari klinik Kedoya. Pfuih, setelah melewati kemacetan luar biasa sepanjang Buncit-Mampang-Kuningan, akhirnya bisa juga sampai di Gambir dan berangkat tepat waktu jam 10 menuju Semarang tercinta. Sampai di rumah sore hari hari, kami sempat istirahat sebentar supaya setelah magrib bisa ke RSIA Bahagia di daerah Lebdosari.

Kali ini dgn bantuan KTG, dr. Herman menyimpulkan Dedek masih melintang dgn kepala di kanan, dorso posterior alias punggung Dedek ada di belakang. Berat badanku gak nambah dari bulan lalu. Untung kami datang hari itu, karena dr. Herman esok harinya pergi ke Singapore. Selanjutnya kami janjian utk USG Doppler di RSDK pertengahan Maret.

# BERBURU PERLENGKAPAN DEDEK

[29 Februari 2007]

Setelah kontrol ke dr. Herman, kita mampir ke toko roti Purimas, ternyata ibuku juga perlu mampir ke Swalayan Ada di seberang jalan. Jadilah kita masuk kesana. Ternyata ada “Baby & Kids Fair”. Ada banyak diskon utk produk2 Pigeon, Huki, Chicco, Dialogue. Dasar perempuan, matanya ijo kalo liat tanda diskon..he..he..Kami sepakat utk kembali esok harinya. Karena waktu udah gak memungkinkan.

Wah, ternyata butuh 3 jam utk menuntaskan perburuan yg menyenangkan ini. Itupun karena Hubby (dan sebenarnya aku juga) kelelahan..ha..ha.. Awalnya bingung mulai dari mana memilihnya, karena semua barang tampaknya “cute”, aku takut salah pilih karena kemahalan atau salah ukuran. Eh, lama2 keasyikan. Hubby juga tampak antusias. Pokoknya menyenangkan!

Sesampainya di rumah, kita sibuk memotret (wah, norak ya?) hasil buruan kita.

Ini dia barang-barang yg kita beli (tips buat yg sedang menyambut kehadiran buah hatinya) :

  • PERLENGKAPAN MANDI : Bak mandi bayi (sebaiknya ada sandaran kepala & pantat); sampo & sabun bayi; handuk yg lembut; kapas & cotton bud utk bersihkan kuping, hidung, pusar; bedak bayi & puff; minyak telon & kayu putih utk menghangatkan badan; tisu basah.
  • PAKAIAN : gurita; bedong; baju lengan pendek; baju lengan panjang; celana pendek; celana panjang; topi; sarung tangan; sarung kaki; celemek makan.
  • ALAS TIDUR : matras; kelambu; bantal cekung; guling; selimut; perlak anti ompol; gendongan.
  • PERLENGKAPAN MAKAN : botol susu dgn dot yg lunak (kalau2 ASI gak available 24 jam), sikat khusus botol.
  • PERLENGKAPAN IBU : gurita besar (bisa diganti korset), bra menyusui; pembalut nifas.

Ada yg mau usul perlengkapan lain?

# PTT

March 29th, 2007 by fantisaktini

Duh, kami lagi bingung nih.. ternyata pendaftaran PTT (Pegawai Tidak Tetap) sudah dibuka sejak akhir Februari 2007, sementara pilihan daerahnya sangat terbatas (tidak sebanyak seperti sebelumnya) dan yang paling bikin puyeng adalah..pemberangkatannya 28 Maret 2007. Padahal tahun kemarin, pendaftaran Maret & April utk pemberangkatan Mei.

Dedek aja belum lahir, taksiran persalinan 1 April. Apa aku tetap daftar? Ntar kalau keterima gimana? Nekat tetap cuti? Atau aku cuma mendampingi Hubby? Tapi tetap aja jauh, karena setelah menimbang dan memilih, rencananya kami memilih kepulauan Mentawai di Sumatera Barat. Pertimbangannya adalah : masa bakti 6 bulan, peluangnya paling banyak (kebutuhan dokter umum 10 orang). Tapi kalau Dedek membutuhkan perawatan khusus, mau gak mau aku harus tetap di Semarang. Utk pilihan terakhir ini, Hubby agak keberatan. Dia juga gak tega meninggalkan kita di sini. Ya Allah, bantu kami memilih..

# USULAN NAMA

March 29th, 2007 by fantisaktini

[26 Desember 2006]

Waktu berkunjung ke Gunung Agung beberapa hari sebelumnya, ayahku memilihkan sebuah buku berjudul “Amalan & Nasihat Islam untuk Ibu Hamil”. Setelah aku baca2, ternyata di dalamnya ada nama-nama yg baik utk anak. Iseng2 aku merangkai nama utk Dedek. Nah, ini dia nama yg aku usulkan :

LAKI-LAKI : Muhammad (nama Rasul) Dzaki (cerdas) Mu’afi (sehat; selamat)

PEREMPUAN : Nabila (cerdas) ‘Affiyati (sehat) Zahra (cemerlang; nama putrid Rasul)

Aku konsisten mengharapkan Dedek, baik nantinya laki-laki atau perempuan, akan menjadi anak yg cerdas & sehat, tentu saja mengharapakan dia juga jadi anak yg sholeh/shalihah dan berbakti pada agama dan orang tuanya. Amiiin…

[3 Maret 2007]

Hubby juga udah mulai lihat2 nama utk Dedek. Dia suka dgn nama :

LAKI-LAKI : Raafif (berakhlak baik) dan Zufar (singa; pemimpin; pemberani; pemurah; laut)

PEREMPUAN : Nabila (cerdas)

Jadi, komprominya untuk laki-laki akan menjadi : DZAKI MUHAMMAD ZUFAR. Kalau perempuan idem dgn usulan nama dariku.

Tapi selama ini kami terbiasa menyebutnya Dedek. Sebutan yg lazim utk calon jabang bayi se-Indonesia..he..he.. mengingat kami belum tahu jenis kelaminnya. Kami memang berniat menyimpannya sebagai kejutan, dan kebetulan tiap ke dokter kandungan gak pernah dikasih tahu J

Nah, dari tadi kita membahas panggilan untuk Dedek.. Lalu, Dedek manggil kita apa?

Entah mulai kapan dan siapa yg memulai, kami sudah terbiasa saling memanggil mama-papa. Tapi ntar terserah dia aja J

# BOOK ADDICTED

March 29th, 2007 by fantisaktini

[21 Desember 2006]

Hari ini aku dan Hubby jalan2 ke Citraland Semarang, mengingat salah satu kegemaran kami sejak dulu adalah berwisata ke toko buku, makanya kali ini kami pun tidak melewatkan utk mampir ke Gunung Agung. Sejujurnya kalo lagi ke toko buku, rasanya eforia lihat buku2 bagus, trus jadi pengen ini, pengen itu..Tapi kadang, sampai di rumah gak semua buku tuntas kami baca. Sama dgn kali ini, Hubby tampak antusias memilih buku sehingga kami harus berjuang ekstra keras utk menyortir buku mana yg memang kami butuhkan. Kali ini kami mempertahankan “Fiqih Kedokteran”, “Siapa Teroris, Siapa Khawarij”, “Doctor, Market Yourself”, dan sebuah biografi “Tears of Heaven: From Beirut to Jerusalem”.

Sejak kami menikah (atau lebih tepatnya setelah bisa cari duit sendiri) kami memang jadi lebih mudah menyalurkan keinginan membeli buku. Yang mengharukan, setelah aku hamil minat Hubby utk belajar sejarah Islam makin besar. Dia berharap Dedek dan adik2nya kelak akan senang dan memahami lebih dahulu tentang sejarah Islam, sebelum diperkenalkan pada hal2 lain (seperti yg sering aku baca selama ini). Kalau aku pribadi sih, yang penting : SUKA BACA. Dari membaca, akan terbuka “pintu dunia”..

Tapi, sebenarnya aku kagum lho sama Hubby, dari luar sih dia gak kelihatan spt orang yg hobi baca. Eh, ternyata wawasannya lebih luas dari yg aku kira. Kalau ngobrol dg orang yg beda latar belakang, apa aja nyambung.. Sampe dia tahu cara bikin kerupuk, tahu seluk beluk bercocok tanam, tahu sejarah, tahu perkembangan mobil.. Ngertinan ik! Seperti prinsip dokter umum : TAHU SEDIKIT TENTANG SEGALA SESUATU. Sebaliknya kalo dokter spesialis : TAHU SEGALANYA TENTANG SESUATU. Kata orang lho..

Waktu awal hamil, aku punya niat mulia melahap textbook obstetri & ginekologi tulisan Sarwono (kalau gak salah), he..he.. apa daya cuma dapat 2 bab. Selanjutnya aku memilih bacaan yg “lebih ringan” utk meng-update pengetahuan seputar hamil, persalinan & merawat anak dari majalah “Mother&Baby” dan ”Dokter Kita”.

Omong2, setelah meng-audit buku kas yg merekam sejarah keuangan kami, ternyata hobi wisata ke toko buku ini membuat “lubang” yg cukup besar pada kantong kami. He..he.. terpaksa demi kelangsungan hajat hidup orang banyak, terutama menjelang persalinan, kebiasaan ini harus di-rem.. Semoga nanti ada rejeki lebih utk melanjutkan hobi ini. Amin!

Ayo, ada yg mau saling pinjam buku dgn kami?

# MEETING THE EXPERTS

March 29th, 2007 by fantisaktini

[medio Desember 2006]

Mendapat kesempatan ketemu dr. Azen Salim adalah sebuah kehormatan (kalo pake antrian biasa harusnya baru dapat giliran awal Januari, tapi kami dapat wild card)..  memberi perspektif baru tentang bagaimana cara melayani pasien, hubungan antar sejawat dan kekaguman kami akan pengetahuannya yg luar biasa tentang fetomaternal. Berharap semoga bisa ketemu lagi dg beliau dlm keadaan yg lebih menyenangkan..

Kami juga mulai berpikir akan partus dimana dan dengan siapa. Setelah berdiskusi, kami memutuskan utk partus di Semarang, mengingat ortu pengen banget nungguin (tanpa harus banyak cuti), mungkin aku juga butuh banyak bantuan setelah melahirkan, banyak teman dan saudara di sini (gak se-“sepi” Jakarta). Tentang penolong persalinannya, kami pengen dengan mantan pendidik kami, pengen yg enak diskusi, pakar USG, dst. Akhirnya, kami memutuskan utk datang ke dr. Herman Kristanto. Alhamdulillah pertama kali periksa ke beliau, rasanya “click”..

# NGIDAM

March 29th, 2007 by fantisaktini

Gara-gara nyeri sacrum ini juga, Hubby bersikeras membelikan aku sofa bed (kursi sekaligus tempat tidur yg bisa dilipat), karena selain utk mengurangi nyeri kalo aku habis duduk/tiduran di depan TV (kita belum punya kursi satupun waktu itu) bisa multi guna kalo ada keluarga yg nginap di kontrakan. Selama ini kalo ada keluarga nginap, kita yg ngungsi depan TV. He..he..

Yang lucu, belum sampai sofa bed pesanan Hubby datang, nyeri sacrumku lenyap.. Jadi, ngidam sofa bed nih?

Alhamdulillah, gak pernah ngidam aneh2. Malah bisa dibilang gak ngidam. Nafsu makan tetap besar, walaupun muntah jalan terus. Jadi, kalo habis muntah, ya makan lagi. Cuma pas Ramadhan agak repot bayar “hutang” muntah ini, karena aku pengen tetap puasa..